Festival Kala Monolog 10 Kembali Digelar di Makassar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Festival Kala Monolog kembali digelar di Makassar.

Festival yang dicetuskan di tahun 2009 oleh Kala Teater merupakan event teater tahunan.

Dengan mengangkat tema “Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal”, Kala Teater mengundang tujuh penulis dan pegiat teater untuk menuliskan naskah yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa budaya dan kearifan lokal di Sulawesi Selatan.

Festival Kala Monolog digagas oleh Kala Teater, sebuah perkumpulan nirlaba yang bergerak di bidang seni dan budaya.

Menurut Direktur Artistik Kala Teater, Shinta Febriany, Festival ini hendak mengidentifikasi kualitas aktor-aktor teater dan memetakan kehadiran aktor-aktor khususnya di Makassar.

Festival yang akan digelar pada tanggal 18 Juli – 22 Juli 2018 di Teater Arena Gedung Kesenian Societiet de Harmonie dan berskala nasional sebagaimana tahun sebelumnya.

Pada setiap harinya, selain pertunjukan para peserta monologis akan diadakan diskusi teater antara lain Proses Kreatif Penyutradaraan oleh Ram Prapanca, Proses Kreatif Tata Panggung oleh Is Hakim, Aktor dan Perannya di Masyarakat oleh Bahar Merdhu dan Alif Anggara, Budaya dan Kearifan Lokal di Panggung Teater oleh Fahmi Syariff, serta Workshop Keaktoran oleh Ari Dwianto.

Di malam penganugerahan monolog terbaik, Ari Dwianto, aktor dan sutradara teater asal Yogyakarta akan menampilkan pertunjukan “A Brief History of Dance”.

Festival Kala Monolog 10 akan menghadirkan Damar Tri Afrianto sebagai pengamat pertunjukan yang diikuti oleh 13 monologis yaitu Muhammad Anugrah dari Sanggar Seni Universitas Cokroaminoto Palopo, Tenriari dari Komunitas Matase’, Haswati dari Teater Kampus FSD UNM, Rahmat Hidayat dari Bengkel Seni Bassi, M. Luthfi P. Al-Ghifari dari Komunitas Belajar Memancing, Nis Musfirah dari LSBM Estetika, Andi Naquib Assajad dari UKM Seni UNM, Ridha Kusumawardani dari Lentera FBS UNM, Nur Illiyein dari Walasuji, Sulaiman dari Lingkaran Kreatif Sumigo, M. Ardhan H. Syam dari Biro Khusus Belantara Kreatif Unhas, Sukarno Hatta dari Sanggar Seni Pangngadereng Stimlash Jaya Makassar, dan Waode N Hasanah dari Djuna.

“Festival Kala Monolog kali ini terselenggara atas dukungan dan kerjasama dengan Direktoran Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta dari kelompok maupun individu yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap perkembangan kesenian dan kebudayaan di Makassar khususnya teater,” ungkap Iqbal Naspa selaku koordinator festival. (**)