Suku Bugis Makassar Berpadu dengan Tionghoa dalam Film ‘May Day’

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Satu lagi film karya sineas Makassar akan hadir di layar lebar Indonesia.

Film action ‘May Day’ sebuah karya yang disutradarai Andi Bur Hamsa di bawah naungan Rumah Produksi Fajar Multi Film.

Ketua Parfi 56 Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, selaku penulis naskah film ‘May Day’ menjelaskan bahwa film ini mencerahkan tentang kisah percintaan dua insan yang memiliki latar belakang suku dan agama yang berbeda, yaitu Makassar dan Tionghoa.

“Ide ceritanya itu adalah pembauran antara Makassar dan Tionghoa. Dimana si laki-laki adalah pejuang tenaga kerja dan Maylani (May), gadis Tionghoa yang mengalami kesusahan dan buruh perhatian,” jelas Produser Film ‘May Day’ itu di Clarion Hotel Rabu 17 April 2018.

Ia mengatakan tidak ada dialeg lokal yang digunakan dalam film ini.

“Ada tiga bahasa yang kita gunakan dalam film ini yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin, agar suasana chinesnya lebih dapat,” terangnya.

Dalam cerita, penulis ingin menyampaikan bahwa Makassar dan Tionghoa merupakan satu kesatuan. Film ini juga kaya akan pesan sosial.

“Kita menyatu dalam suku, etnis yang keragaman negara Indonesia,” ungkapnya.

Aktor yang akan ikut beradu akting dalam Film ‘May Day’ ini merupakan aktor lokal dan terbilang baru dalam laga Film Layar Lebar.(**)