“Tribalux” Inspirasi Itang Yunasz pada Kekayaan Sumba

Desainer senior Itang Yunasz turut menampilkan koleksi-koleksinya di ajang The International Woman’s Exhibition (FEMME) dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) di Four Points Makassar, Jumat malam 13 April 2018.

Desainer senior Itang Yunasz turut menampilkan koleksi-koleksinya di ajang The International Woman’s Exhibition (FEMME) dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) di Four Points Makassar, Jumat malam 13 April 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Desainer senior Itang Yunasz turut menampilkan koleksi-koleksinya di ajang The International Woman’s Exhibition (FEMME) dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) di Four Points Makassar, Jumat malam 13 April 2018.

Sudah lebih dari 35 tahun berkiprah di dunia fashion dan ini adalah kali pertamanya ia hadir di acara FEMME dan CBFW di Makassar.

Itang Yunasz merasa bahwa pagelaran FEMME memiliki peran penting dalam kemajuan industri fashion Indonesia.

” Kehadiran acara yang fokus pada fashion Indonesia dan konsisten sejak 13 tahun lalu ini membuktikan bahwa industri fashion tidak hanya berkembang di Jakarta, tetapi juga di daerah,”ujar Itang Yunasz.

Di  Femme & CBFW 2018, Itang Yunasz turut menampilkan 16 koleksi busananya bertajuk Tribalux Sumba yang menggunakan material sutera dan pada beberapa style juga dikombinasikan wastra nusantara.

Koleksi Tribalux terinspirasikan indahnya kekayaan budaya Sumba.

“Memintal benang, mengikat, mewarnai dan menenunnya adalah sebuah tradisi warisan budaya Nusa Tenggara Timur yang menghasilkan motif ikat yang penuh pesona,” ujar trendetter fashion hijab ini.

16 look tampil elegan dan cantik dalam berbagai potongan blus, tunik, gaun, celana, leggin, kulot, kaftan, dan outer. Setiap helainya dapat saling dipadupadankan dengan berlapis.

Tak sekadar terlihat cantik, hadirnya sentuhan taburan beads dalam pilihan warna serasi makin mengentalkan nafas mewah pada koleksi ini.

Koleksi Tribalux ini menggunakan material tenun ikat NTT dan helai kain chiffon, crepe, dan satin sutera yang diprint dengan desain bermotif ikat NTT. Kesan anggun tercipta lewat pilihan warna indigo dan cokelat kopi serta maroon yang membuatnya hidup.

Untuk menyempurnakan kemewahan penampilan, sejumlah untaian kalung koleksi Mannaqueen dihadirkan sebagai perhiasan . Kreasi Mannaqueen selalu berangkat dari kekayaan budaya Indonesia sebagai inspirasi dengan memakai semi prescious stone, mutiara, lapis emas, rhodium dan perak dan menghasilkan kreasi yang cantik dan unik dalam jumlah terbatas.

Selain perhiasan, penampilan ini masih diperkaya dengan padanan sepatu yang didesain khusus serta hadirnya sejumlah tas koleksi HUTS yang terbuat dari kulit ikan pari, kulit ular dan kulit sapi dalam warna senada dengan koleksi Itang Yunasz. (**)