Cantiknya Para Perempuan Sulawesi Berkebaya Kartini

Pemilihan kebaya kartini IWAPI Sulsel.

Pemilihan kebaya kartini IWAPI Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Tanggal 21 April selalu menjadi hari bersejarah bagi para perempuan-perempuan di Indonesia tidak terkecuali perempuan di Sulawesi Selatan.

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD Sulsel misalnya, mengisi moment jelang Kartini dengan berfashion show ria menggunakan konstum kebaya kartini di ajang FEMME & Celebes Beauty Fashion Week 2018, di Hotel Four Points Makassar, Kamis malam 12 April 2018.

Kompetisi yang diikuti oleh para perempuan dari berbagai kalangan dan profesi ini diikuti sekitar 50 orang peserta.

Mereka berasal dari pengurus IWAPI se- Sulsel, HIPMI, Pelindo, PKK Makassar, PDAM Makassar, Hotel, dan Depag dihelat di panggung utama FEMME 2018

Jika biasanya kebaya lekat dengan kain jarik sebagai bawahan, namun kali ini kebaya tersebut dipadupadankan dengan sarung wirron model kartini tanpa modifiksi.

Ketua Pelaksana lomba pemilihan kebaya Kartini, Hj Megawati Achmad mengatakan, di even FEMME & CBFW 2018 ini, IWAPI  Sulsel kembali dipercayakan menghandle lomba fashion kebaya kartini.

Menurutnya, mengenakan kebaya Kartini tanpa aplikasi bordir, mote dan kristal, make up tanpa bulumata palsu, dan sarung wiron dengan selop sederhana ternyata justru makin memancarkan keanggunan perempuan.

” Menyambut hari Kartini, kami latih para perempuan untuk bisa percaya diri menyampaikan pikiran dan gagasannya, memaksimalkan potensinya dan mampu bekerjasama dengan berbagai macam karakter manusia. Maka kami berkolaborasi dengan pihak penyelenggara FEMME dan CBFW 2018 untuk menghela pemilihan kebaya kartini 2018 ini”,ujar Mega.

Dikatakannya, adapun tujuan dari kompetisi ini untuk melestarikan nilai luhur dan semangat juang yang terkandung dalam sejarah bangsa Indonesia. Khususnya, kepada kaum perempuan, agar bisa memperkuat tekad keyakinan serta kelanjutan perjuangan mengisi kemerdekaan.

” Kami buat lomba busana Kartini agar perempuan Indonesia tidak lupa bahwa dengan bermodalkan ide dan gagasan, diikuti dengan tekad dan perjuangan yang kuat, sebuah peradaban baru bisa tercipta,”ulas Mega.

Ketua DPD IWAPI Sulsel, Ida Noer Haris dalam sambutannya mengatakan, ini sebagai bentuk kebanggaan kaum perempuan Indonesia karena memiliki sosok panutan R. A Kartini sebagai pejuang yang mampu mengangat derajat kaum wanita.

Ia berharap Kartini saat ini bisa mengenang dan memeliharanya dengan baik.

” Salah satu bentuk untuk mengenang RA Kartini adalah dengan cara melakukan lomba kebaya seperti yang kita lakukan sekarang,”jelas Ida yang juga ketua APPMI Sulsel ini.

Tampil sebagai dewan juri lomba tersebut berasal dari sejumlah desainer top tanah air. Beberapa diantaranya adalah Ketua APPMI DKI Jakarta yang juga desiner senior tanah air Rudy Chandra, Hengky Kawilarang, Defrico Audy, Maya Ratih dan Ida Noer Haris yang tidak lain adalah ketua APPMI dan IWAPI Sulsel.

Salah satu dewan juri yang menjadi juru bicara, Hengky Kawilarang mengatakan, ada beberapa jenis penilaian untuk lomba pemilihan kebaya Kartini saat ini adalah kebaya dan sarung wiron model Kartini tanpa modifikasi, make up natural tanpa bulu mata.

“Selain itu, rambut sanggul Kartini, selop tertutup dengan tinggi maksimal 9 centimeter, aksesoris giwan, bros dan sunting/bunga untuk aksesoris sanggul. Dan yang terakhir adalah bahan kebaya dan sarung wiron bebas warna dan motif”, jelas perancang busana terkenal ini.

Setelah dilakukan penilaian secara ketat oleh keempat dewan juri yang diddaulat oleh panitia untuk menilai kompetisi ini, maka dari puluhan peserta yang berkompetisi secara sehat di atas catwalk CBFW akhirnya terpilihlah pemenangnya.

Dari hasil penilaian kelima dewan juri pemilihan kebaya Kartini IWAPI 2018, keluar sebagai pemenang adalah juara 1 IWAPI DPC Soppeng, juara 2 DPC Gowa dan juara 3 DPC Gowa. (**)