Kisah Awal Kopi Kahayya Bulukumba Yang Dulunya Disebut Kopi Malakaji

Koordinator Stand Pameran Kabupaten Bulukumba, Sudirman.

Koordinator Stand Pameran Kabupaten Bulukumba, Sudirman.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sulawesi-selatan memiliki produksi kopi yang khas dari masing-masing daerah. Kebanyak orang mengenal kopi terbaik dari Sulawesi yaitu Kopi Toraja. Namun pada pagelaran Pameran Prestasi Pertanian Sulawesi Selatan, sepuluh tahun terakhir oleh PT Wahyu Promocitra pada 3-5 April 2018 lalu, beberapa penikmat kopi mengakui ketajaman rasa Kopi Kahayya khas Bulukumba.

Nama Kopi Kahayya dimbil dari nama Desa tempat pembudidayaan tanaman kopi ini yaitu Desa Kahayya yang berjarak 30 km dari ibukota Kabupaten Bulukumba, dengan ketinggian 900-1500 mdpl. Kopi Kahayya ini diolah dan diproduksi oleh petani sejak tujuh tahun terakhir.

Sudirman, selaku koordinator Stand Pameran Kabupaten Bulukumba, mengatakan saat ini Desa Kahayya banyak dikunjungi wisatawan termasuk para pecinta kopi. “Sudah beberapa tahun terakhir, pembudidayaan serta pemasarannya juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah. Jadi wisatawan-wisatawan didorong kesana di Kahayya, yang produksi sentranya di sektor pertanian itu ada perkebunan ada hortikultura,” jelasnya, Sabtu 7 April 2018.

Kopi Kahayya sebelumnya dikenal sebagai Kopi Malakaji, karena keterbatasan akses dengan jarak sekitar 4 km yang harus ditempuh dengan berjalan kaki dan fasilitas penunjang produktivitas kopi yang masih kurang. Bahkan Pemerintah daerah setempat tidak mengetahui keberadaan Kopi Kahayya. Sudirman mengaku baru 5 tahun terakhir produksi Kopi Kahayya mendapat perhatian dan inisiasi pengelolaan oleh pemerintah daerah.

“Alhamdulillah pemerintah, Bupati dan Wakil Bupati sudah mengambil peran dan membantu dalam produksi kopi Kahayya ini. Berkat dukungan dari pemerintah, saat ini Kopi Kahayya sudah banyak dikenal orang. Ya, meskipun saat ini kita masih harus melewati perjalanan yang cukup jauh dengan jalan kaki,” kata Sudirman.

Dari segi pemasaran, dengan bekerjasama dengan beberapa swadaya dan fanatik kopi kata Sudirman, Kopi Kahayya banyak dicari dan tersebar diwilayah Bulukumba dan Kota Makassar, serta lembaga swadaya asal Jakarta. Bahkan, Kopi Kahayya sudah sudah terkenal hingga ke tingkat mancanegara seperti di Jerman.

Kopi Kahayya sudah banyak dikenal dikalangan penikmat kopi baik komunitas, pengusaha, hingga pejabat negara. Tiak hanya kenikmatan rasa, harga dari Kopi Kahayya juga relatif murah. Untuk kopi jenis robusta seharga Rp.20 per 100 gram ribu dan kopi jenis arabica Rp.25 ribu per 100 gram.

Sebagai salah satu ajang perkenalan Kopi Kahayya kepada masyarakat luas, pemerintah Kabupaten Bulukumba bekerjasama dengan beberapa komunitas akan menggelar pelatihan pengolahan Kopi Kahayya. Mulai tahapan pembibitan hingga penyajiannya secara langsung.

“Rencananya kami akan mengadakan pelatihan khusus untuk pengolahan Kopi Kahayya, jadi para penikmat kopi atau pembuat kopi (barista) nantinya bisa mengasah keahlian membuat kopinya langsung,” ungkapnya. (**)