Nantikan, Perjodohan Jaman Now Kolaborasi Alumni Teater Tiga Smaga 85 Makassar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Lakon perjodohan jaman now yang ditulis Rachim Kallo, akan rekording di TVRI Sulsel di acara Gelar Seni 28 Maret 2018 mendatang.

Lakon ini merupakan kolaborasi group dan pemain Alumni Teater Tiga Smaga 85 Makassar dengan Taruna Sinema dengan disutradarai Ilham Poernomo dan pdngarah acara Syamsul dari tim produksi tvri.

Menurut Rachim Kallo sang penulis skenario, lakon ini menceritakan perjodohan jaman now. Dua wanita yang bersahabat sejak sekolah berusaha menjodohkan anak mereka. Namun keduanya sama-sama menolak perjodohan tersebut lantaran sang pria telah mencintai wanita lain.

Belakangan keduanya baru mengetahui orang tua mereka bersahabat, dan wanita yang dijodohkan adalah yang dicintainya selama ini.

Di sisi lain, lamaran datang dari orang yang berbeda dan berusaha menggagalkan perjodohan tersebut dengan alasan
kasta keningratannya berbeda.

Berikut sepenggal naskah cerita perjodohan jaman now..

” Kisah bermula di rumah Ibu Hajja, arisan alumni SMA. Seusai di lot, Ibu Hajja menarik tangan Tante Fenti , mereka bersahabat sejak sekolah. Keduanya  membicarakan soal perjodohan anak mereka dan tante Fenti menyetujuinya untuk menunggu lamaran ibu Hajja.

Di taman kampus Indah (anak Tante Fenti) bersama Imran (anak ibu hajja) membicarakan soal perjodohan itu, kedua anak muda itu tidak tahu kalau ibu mereka bersahabat. Perdebatan sengit terjadi, imran bersih-keras akan menolak perjodohan itu dan menyakinkan Indah kalau dia sangat mencintainya.

Di sisi lain, teman SMA ibu hajja juga datang ke rumahnya. Dia, Karaeng Besse dengan pengawalnya berusaha mempengaruhi ibu hajja agar membatalkan perjodohan itu.

Alasannya ibu hajja dan tante fenti tidak sepadan, kasta keningratannya berbeda. Tanpa sengaja sang pengawal keceplosan bicara di handphonnya, katanya karaeng ta berusaha merubah image ibu hajja agar anaknya bernama Karaeng Putri dipinang oleh ibu hajja bukan anak tante fenti. Apapun dalih karaeng besse tidak membatalkan niat ibu hajja besanan tante fenti.

Di hari lamaran tiba, di rumah tante fenti ramai difatangi keluarga dan teman-temannya. Ibu hajja bersama rombongan disambut hangat. Dan prosesi lamaran baru saja akan dimulai, dari luar ada suara teriakan.

Dia adalah Imran, datang dengan amarah untuk membatalkan lamaran itu. Di hadapan banyak orang, dia bersujud di depan ibu hajja, memohon untuk tidak melanjutkan, karena dia sudah punya pacar di kampus dan sudah dua tahun jalinan asmaranya.

Ibu Hajja tak bergeming, imran hendak pergi, ada suara dari orang-orang yang menjengahnya untuk pergi. Indah, mendekati Imran, jadi betul tidak mau melanjutkan lamaran ini.

Katanya kamu sangat mencintai pacarmu. Imran kaget, ternyata indah wanita yang dijodohkan ibunya, begitupun Imran. Suasana cair, keduanya sumringah di suasana itu. Imran senyum bahagia disamping Indah disaksikan para keluarga dan kolega orang tuanya. (**)