KOHATI Cagora: Perkawinan Dalam Perspektif Kosmologi Perempuan

KOHATI Cagora Perkawinan Dalam Perspektif Kosmologi Perempuan

KOHATI Cagora Perkawinan Dalam Perspektif Kosmologi Perempuan.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebagai organisasi keperempuanan dalam lingkup mahasiswa, Korp-HmI-Wati Cabang Gowa Raya (Kohati Cagora) memilih materi-materi khusus keperempuanan dalam kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK). Selasa, 6 Maret 2018.

Materi pertama yaitu “Kosmologi Perempuan” yang dibawakan oleh Rahmatullah Usman. Dalam materi ini dibahas tentang sifat Jamaliah dan sifat Jalaliah Tuhan (Laki-laki dan Perempuan) dalam perspektif alam semesta.

“Kebanyakan orang membedakan laki-laki dan perempuan berdasarkan perspektif gender atau secara fisik saja. Namun secara kosmologi, lebih kepada hungan atau relasi antara Tuhan, manusia dan alam semesta, dan lokusnya ada diantara laki-laki dan perempuan”, jelasnya saat membawakan materi.

Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah, di alam semesta ini sifat Tuhan itu dipisahkan dalam bentuk laki-laki dan perempuan. Maka dari itu Komologi ini hadir untuk menyatukan kembali kedua sifat ini dalam jiwa yang satu yang disebut “Minnafsin Waahida(dari diri yang satu)”.

Sementari antara laki-laki dan perempuan secara fisik disebut dimensi ontologis “Jiwa” diri manusia. Peletakan nilai diri manusia (antara laki-laki dan perempuan) di alam semesta disebut sebagai dimensi ontologis yang dapat ditemukan dalam perkawinan.

“Perkawinan menyatukan sifat Jalaliah dan Jamaliah Tuhan dalam diri yang satu. Inilah yang digunakan untuk mencapai poligami spiritual (Sakinah, Mawaddah, Warahmah). Rasulullah SAW mengatakan, sebagian dari kehidupan manusia adalah perkawinan, berarti pelengkap syariat agama islam adalah melalui perkawinan”, paparnya.

Kenapa ada perkawinan? Karena perkawinan merupakan wujud kerinduan dari kedua makhluk (Laki-laki dan perempuan), dimana kerinduan laki-laki terhadap perempuan itu adalah kerinduan sebagian dari dirinya. Sementar kerinduan perempuan terhadap laki-laki adalah kerinduan terhadap kampung halamannya.(**)